Ada Ku

Saya, Surjokotjo, Terlahir di Semarang pada 6 Januari 1970. Kesenangan berorganisasi mengikuti jejak sang ayah S. Gatot Soerjoputro yang sekarang tinggal di sebuah desa di Temanggung (aktifis Partai Nasional Indonesia di Semarang).

Mulai balita sampai dewasa saya dibesarkan di Desa Kranggan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Sekolah TK, SD, SMP, SMA ada di Temanggung, mulai menginggalkan Temanggung saat masuk Kampus Undip Semarang di tahun 1989.

Nama lahir saya adalah Surjokotjo, nama biasa saya tulis Suryokoco. Suryoputro adalah nama tambahan yang saya ambil dari nama bapak saya.

Dengan doa semoga Saya bisa menjadi seperti Bapak saya,  seorang yang selalu berpikir sederhana tetapi bukan untuk tindakan yang sederhana.

Dalam perjalanan hidup yang telah saya jalani, banyak teman, banyak sahabat, banyak saudara yang demikian Saya hormati dan Saya banggakan karena ketulusan dan kejujuran yang telah mereka lakukan.

Tulus dalam berlaku membuat hidup lebih bermakna dan alam yang akan memberikan penghargaan dengan caranya. semoga Saya bisa selalu tulus dalam berlaku.

Ingat sebuah nasehat, sebagai seorang laki–laki perhiasan yang dihargai adalah kejujuran dan tanggung jawab, semoga Saya bisa memiliki perhiasan itu.

Beberapa Kebanggaan Saya;

Kebanggaan Pertama, adalah saat mampu menggagas dan melaksanakan Coffe Street dan Bulettin Indonesiana saat bersama GMNI FE Undip. Terimakasih teman teman Pejuang Pemikir dan Pemikir Pejuang Ekonomi Undip. Salam hormat untuk senior, Mas Moko, Mas Pamungkas, Mas Fathoni, Mas Koko dan Mas Biswanto yang telang memberikan pengalaman tak terlupakan… “Malam Penguatan” .. hanya butuh keberanian untuk mengambil peran yang mungkin belum pantas diambil. Juga sahabat luar biasa gang Atmodirono.

Kebanggan Kedua, adalah saat mampu bereksperimen dan ekspresi di Koperasi Mahasiswa Kosuma Undip dan mengembang usaha wartel dan merintis Bus Antar Kampus. Terimakasih teman teman koperasi yang telah membimbing, khusus untuk mas Andang. salam hormat luar biasa.

Kebangaan Ketiga, adalah saat  mendampingi ribuan Kepala Desa datang ke Jakarta untuk memperjuangkan hak-hak desa dan kesejahteraan Kepala Desa dan Perangkat Desa dalam “Parade Nusantara”. Terimakasih untuk sahabat istimewa saya Roy Dharmawan, Kumiayi Agung Saputra dan Sudir Santoso yang telah memberi banyak pelajaran untuk Saya. Juga mas Budidoyo dan Mas Toto Hardono, para kades yang menantang saya untuk bisa membantu Parade Nusantara menembus dan mengoyang  Jakarta ( Senayan dan Istana).

Kebanggaan Keempat, adalah saat saya bisa mendampingi Perangkat Desa dalam memperjuangkan anti diskriminasi dan bisa diterima Mendagri, Gamawan Fauzi yang dalam sejarah kepemimpinannya belum pernah mangakomudir demonstran. Terimakasih pada mas Mugiyono yang pertama kali mengajak bergabung dan Kang Ubaidi yang telah memberi kepercayaan dan teman teman PPDI yang telah memberi kesempatan saya untuk ikut dalam perjuangan.

Iklan