Reformasi Salah Arah

Reformasi Indonesia dimulai pada 13 Nopember 1998 dengan dikeluarkan Tap MPR NOMOR X/MPR/1998 tentang “Pokok Pokok Reformasi Pembanguan Dalam Rangaka Penyelamanan Dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara”.

Bab I Pendahuluan huruf D menyebutkan “Pokok Reformasi Pembangunan dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara disusun atas dasar landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional Undang Undang Dasar 1945″.

Ini artiya sebenarnya adalah Indonesia dalam Reformasi akan membuat Haluan Baru (mungkin seperti GBHN) yang mendasar pada Pancasila dan UUD 1945

Ternyata dalam Aktualisasi reformasi semakin jauh dari harapan bahkan kalo boleh dikatakan Indonesia sudah sampai pada titik NOL sebagai bangsa dan negara yang berdaulat. Indonesia tidak lagi punya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan berkepribadian dalam budaya akibat kepiawaian “penjajah” menggunakan tokoh reformasi sebagai agen perusakan Bangsa & Negara Indonesia.

Hilangnya Pancasila di dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara Indonesia telah membawa pada hilang dan hancurnya NKRI.

Akhirnya saya hanya bisa katakan.. “Menangislah yang keras engkau Bung Karno dan Bung Hatta, Tertawalah yang keras jongos jongos perusak Indonesia”

Dan teruslah berduka wahai Bapak Angkasa dan Ibu Pertiwi….

Iklan

Desa Bangkit & Melawanlah

Didirimu Sumber keindahan pesona alam
Didirimu Sumber ketulusan hati warga
Didirimu Sumber pengharapan harmoni
Desa, Kampung Nagari itulah tempatnya
 
Tapi petaka kini ada disana
Masyarakatnya miskin tidak berdaya
Anaknya Bodoh dan kurang gizi
Simbol keterbelakangan tanpa peradaban
Desa, Gampong Banjar ceritamu kini
 
Saatnya kita jayakan Desa
Jangan biarkan miskin melanda
Pintarkan cerdaskan anak angkasa
Karena engkaulah sumber peradaban bangsa
 
Alammu kaya, wargamu perkasa
Jangan Tergadai pada orang kota
Berontaklah jangan hanya meminta
Karena Indonesia bukan apa apa
Tanpa orang hebat yang lahir di desa

DPR Bisa Berhentikan SBY

“Kalian boleh merdeka, asalkan jangan di era pemerintahan saya”, kata Herman Dogopia mengutip pernyataan Presiden SBY ketika bertemu dengan para pemimpin agama dari Papua, 11 Desember 2011. (inilah.com)

Kalo ini benar diucapkan oleh presiden SBY, maka Presiden dapat diberhentikan karena melakukan pengkhianatan terhadap negara dan melakukan perbuatan tercela.

Dalam pasal 7A UUD perubahan ketiga, menyebutkan “bahwa Presiden dan /Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) atas usul Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap Negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan / atau Wakil Presiden”

Kemana para nasionalis…

Haruskah kita hanya duduk diam dan termenung menatap KEHANCURAN INDONESIA… ?

Ketika Indonesia kita mulai dikuasai oleh Investor Asing, Bandar Narkoba Jaringan Internasional, Birokrat Priyayi yang Korup, Politisi Kacung dari Pemilik Uang dan masyarakat yang akrab dengan Kekerasan dan Perilaku Amoral…

Kemana pandangan hidup bangsa yang katanya menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia…

Masih adakah air matamu ibu pertiwi.. Masih adalah geram marahmu bapak angkasa.. ?

catatangurutk

Kemarin waktu main ke rumah eyang uti, Wildan (anak saya yg br berumur 10 bulan) diajari lagu anak-anak jaman jadul (ingatan saya saja cuma “capet-capet” teringat dulu ibu menyanyikan buat saya waktu masih kecil). Mungkin saat ini tidak banyak yang tahu lagu berbahasa jawa tersebut. Ini lagunya :

Esuk-esuk srengengene wis metu, ibu

nyuwun pangestu keng putra badhe sinau, ibu

nyangking tas ing jerone isi sabak, bapak

grip lan sada wis cemepak ana kotak, bapak

Awan-awan srengengene ono tengah, simbah

bingah-bingah keng wayah wangsul sekolah, simbah

       Kira-kira kalau diartikan dalam bahasa indonesia kurang lebih begini artinya : Pagi-pagi matahari sudah terbit, ibu (Esuk-esuk srengengene wis metu, ibu) ; Mohon doa restu ananda mau belajar (sekolah), ibu (nyuwun pangestu keng putra badhe sinau, ibu) ; Menenteng tas di dalamnya isi sabak*, bapak (nyangking tas ing jerone isi sabak, bapak) ; Grip** dan lidi*** sudah siap…

Lihat pos aslinya 232 kata lagi

Menggugat BUMN, Mengharap BUMDes

Awal mengenal pendidikan moral Pancasila dan mengenal UUD 1945, disebutkan bahwa  sila ke lima Pancasila adalah Keadailan solsail bagi seluruh Rakyat Indonesia dengan tugas pemerintah Negara Indonesia salah satunya adalah memajukan kesejahteraan umum.

Dalam pasal 33 UUD 1945 disebutkan ada 3 ayat yang terjemahan pada waktu itu adalah bahwa badan usaha di Indonesia dikenal Koperasi, BUMN dan BUMS, dimana dalam BUMN dikenal Perjan, Perum dan Persero. Baca lebih lanjut