Selamat Hari Bhayangkara ke 67

Bhayangkara dalam bahasa sansekerta adalah penolong / pelindung..

Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahawa tugas utama Pemerintah Negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia..

Dan tugas itu ada dalam diri para Bhayangkara, selamat berbahagia, teruslah Bangga dan membanggakan Indonesia, untukmu para Bhayangkara..

Mari beri semangat para Bhayangkara…
Mari beri apresiasi dan pandangan positif pada para Bhayangkara…

Iklan

BBM (Bikin Bingung Mahasiswa)

Seperti biasa Paijo anak desa yang sekarang menjadi mahasiswapulang ke kampung sebulan sekali. Sesampai di rumah Paijo kelihatan bingung danbanyak melamun. Datang sang kakek dan ditanyalah si Paijo.

Kakek : Jo, mukamu kok lusuh kenapa..?

Paijo : Mikir BBM harganya naik mbah… Baca lebih lanjut

Diskriminasi… Sebuah keharusan…?

Dalam sebuah kata bijak disebutkan.. Perhiasan lelaki adalah kejujuran dan tanggung jawab.. Bukan emas atau permata… Itu artinya sejak dari dulu perhiasan perempuan adalah emas permata dan oleh karenanya perempuan boleh tidak jujur dan tidak bertanggung jawab….?

Dalam pepatah jawa disebut..”Wong wedhok iku gustialahe duwit, malaikete jarit”.. Yang terjemahan bebasnya .. “Perempuan itu selalu memuja uang dan pakaian”… Itu artinya hanya perempuan yang boleh materialistis…?

Dalam sebuah kesepakatan tidak tertulis disebut.. “Jangan percaya itu omongan perempuan”.. Artinya adalah sebuah kewajaran kalo perempuan itu berbohong…..?

Stop penghinaan pada perempuan.. Karena perempuan ada ibu dari generasi masa depan…Perempuan harus dimuliakan… Selayaknya kita memuliakan ibu kita…..

Catatan kecil disebuah sore….

Posted from WordPress for BlackBerry.

GOLPUT itu kini Komersial

Dalam pemilihan langsung presiden dan juga legilatif proporsionla terbuka hasil reformasi , telah mengahasilkan gerakan gerakan yang cenderung mendorong lahirnya fragmatisme pemilih dalam pemilu.

Slogan “kami butuh bukti bukan janji” dalam sekilas kita mungkin kita berasumsi adanya kesadaran politik positif dari para pemilih. Kita boleh saja berasumsi ketika melihat slogan itu, diartikan masyarakat pemilih akan menilai dengan baik tentang rekam jejak sang tokoh dan kemudian menilai kinerja sebagai buktinya.

Dan adalah hal juga ketika pemahamannya adalah jadi berbeda 180 derajat, “Kalo anda menjajikan kesejahteraan kami, kami tidak butuh, kami butuh bukti anda sekarang memberikan janji mensejahterakan, kami butuh anda beri kesejahteraan (bantuan / uang) sekarang, bukan setelah anda jadi”

Slogan mari kita lawan kobobrokan politik dengan GOLPUT, ketika dipahami bahwa GOLPUT adalah Golongan Putih tidak memilih, mungkin kita bisa melihat sebuah perlawanan rakyat dengan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam politik.

Tapi adalah hak pemilih yang kemudian menjadi kewajaran dari proses pembelajaran kapitalistik ketika GOLPUT dimaknai sebagai “Golongan Pemungut Uang Tunai”. Jadi Golput kemudian berakhir dengan “no money no vote”, sungguh kita sedang menghambakan diri pada uang.

Desa Bangkit & Melawanlah

Didirimu Sumber keindahan pesona alam
Didirimu Sumber ketulusan hati warga
Didirimu Sumber pengharapan harmoni
Desa, Kampung Nagari itulah tempatnya
 
Tapi petaka kini ada disana
Masyarakatnya miskin tidak berdaya
Anaknya Bodoh dan kurang gizi
Simbol keterbelakangan tanpa peradaban
Desa, Gampong Banjar ceritamu kini
 
Saatnya kita jayakan Desa
Jangan biarkan miskin melanda
Pintarkan cerdaskan anak angkasa
Karena engkaulah sumber peradaban bangsa
 
Alammu kaya, wargamu perkasa
Jangan Tergadai pada orang kota
Berontaklah jangan hanya meminta
Karena Indonesia bukan apa apa
Tanpa orang hebat yang lahir di desa

Kemana para nasionalis…

Haruskah kita hanya duduk diam dan termenung menatap KEHANCURAN INDONESIA… ?

Ketika Indonesia kita mulai dikuasai oleh Investor Asing, Bandar Narkoba Jaringan Internasional, Birokrat Priyayi yang Korup, Politisi Kacung dari Pemilik Uang dan masyarakat yang akrab dengan Kekerasan dan Perilaku Amoral…

Kemana pandangan hidup bangsa yang katanya menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia…

Masih adakah air matamu ibu pertiwi.. Masih adalah geram marahmu bapak angkasa.. ?